Tayangan Infotainment Berlebihan

INILAH.COM, Surabaya – Pengamat media Universitas Airlangga (Unair) Suko Widodo menyatakan sejumlah tayangan infotainment berlebihan dan tidak memberikan informasi serta edukasi kepada publik.

Dosen Ilmu Komunikasi Unair tersebut menuturkan, Minggu, seharusnya sebagai salah satu media pemberitaan, tayangan infotainment tidak menampilkan kehidupan pribadi para selebritis. Namun lebih pada prestasi dan karya-karya yang mereka dapatkan.

“Tayangan infotainment seharusnya tidak memberitakan gosip perceraian dan kehidupan pribadi artis, tapi lebih pada prestasi dan karya yang telah mereka dapatkan,” imbuhnya di Surabaya, Minggu (27/12).

Ia mencontohkan, jika ada seorang aktor atau aktris sedang melakukan proses pembuatan film, bukan kehidupan pribadi dan masalah perceraian yang diangkat tapi lebih pada kupasan film sepanjang hal tersebut bisa memberikan manfaat pada publik.

Suko juga menambahkan, tayangan infotainment Indonesia berbeda dengan tayangan infotainment yang ada di luar negeri. “Tayangan infotainment di luar negeri justru mengupas semua prestasi dan karya yang diciptakan oleh seorang artis atau aktor, namun di Indonesia berkebalikan karena jurnalis infotainment malah mengupas kehidupan pribadi, seperti anaknya artis ulang tahun, artis jalan-jalan, dan sebagainya,” tutur Suko.

Karena tayangan infotainment yang terlalu berlebihan seperti itu, maka ia berharap jurnalis infotainment bisa belajar dari para jurnalis non-infotainment. “Para jurnalis infotainment harus didik sumber daya manusianya agar bisa menghasilkan tayangan yang mendidik dan berkualitas untuk publik,” ujarnya.

Menurut Suko, dengan cara mendidik SDM jurnalis infotainment, maka, infotainment bisa tetap berjalan dengan isi atau containt yang berkualitas. Mengenai prediksi infotainment selanjutnya, Suko hanya mengatakan bahwa hal tersebut tergantung dari pihak infotainment.

“Tergantung dari mereka, kalau mereka mau berubah, menurut saya itu bagus. Namun, jika tidak infotainment masih tetap menjadi salah satu tayangan yang tidak memberikan kualitas edukasi dan informasi kepada publik,” jelas Suko. [*/jib]

http://m.inilah.com/read/detail/244662/tayangan-infotainment-berlebihan

Perihal mth
Penikmat masalah-masalah komunikasi dan mendapatkan jatah hidup dari kegiatan dunia komunikasi sekalipun masih butuh waktu banyak untuk belajar mengembangkan diri. Segala sesuatu yang tertulis di sini bukanlah kebenaran mutlak. Silahkan berpikir menurut keyakinan masing-masing dan membiarkan kita berbeda, karena perbedaan itu yang membuat kita ada.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.